Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, pertumbuhan industri pembiayaan selama ini ditopang oleh pembiayaan kendaraan motor. Sayangnya, menurut dia, hingga kini, penjualan kendaraan bermotor masih belum menggembirakan.
Lesunya penjualan kendaraan bermotor menurut Suwandi, terutama terjadi pada kendaraan roda dua. Hingga akhir tahun ini, penjualan roda dua yang semula ditargetkan tumbuh 5 persen, diperkirakan akan turun sekitar 5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi NPF 3,45 persen masih dalam batas normal, tapi biasanya kalau abis Lebaran clearance banyak dan nanti mulai membaik," ujar Suwandi, Selasa (25/7).
Ia juga berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera merampungkan draf revisi Peraturan OJK No.29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Dalam revisi tersebut, OJK diantaranya akan mengaku relaksasi ketentuan batas maksimum pemberian pembiayaan, khususnya kepada debitur bukan pihak terkait. Ketentuan tersebut diharapkan mampu memacu penyaluran kredit multifinance ke setiap sektor usaha secara proporsional.
Lihat juga:BTN Jajaki Ambil Alih Danareksa Multifinance |
"POJK ini bisa membawa sentimen positif bagi industri pembiayaan," pungkasnya