Peningkatan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh bisnis perseroan di sektor alat berat dan pertambangan, serta sektor jasa keuangan. Laba sektor alat berat dan pertambangan tumbuh 83 persen (yoy) menjadi Rp2,06 triliun, sedangkan sektor jasa keuangan tumbuh 62 persen (yoy) menjadi Rp2,03 triliun.
“Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada semester pertama tahun 2017. Untuk sisa tahun ini, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batu bara yang stabil, walaupun hasil kinerja diperkirakan akan terpengaruhi oleh meningkatnya persaingan di pasar mobil dan menurunnya permintaan di pasar motor," ujar Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi, Kamis (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tingginya persentase kenaikan bisnis properti Astra per Juni 2017 disebabkan oleh peningkatan laba yang dihasilkan oleh Anandamaya Residences. Sedangkan untuk bisnis alat berat dan pertambangan, Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batu bara yang diharapkan stabil hingga akhir tahun ini,” pungkas Prijono. (agi)