Menurut dia, capaian ini masih lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tercatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Agustus 2016 mencapai Rp261,47 triliun atau 1,65 persen dari PDB.
"Ini performa APBN. Kami coba perbaiki, tapi ini berjalan bertahan. Semoga konsen bisa kami tingkatkan kredibilitas (anggaran)," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbagi atas belanja pemerintah pusat mencapai Rp695,66 triliun atau 50,9 persen dari target serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp502,6 triliun atau 65,6 persen dari target.
Sedangkan dari sisi penerimaan perpajakan telah mencapai Rp780,03 triliun atau 53 persen dari target Rp1.472,7 triliun. Dari total perpajakan tersebut, penerimaan dari pajak dan cukai sebesar Rp755,81 atau 52,6 persen dari target APBNP 2017.
Ia menekankan, capaian penerimaan tersebut lebih tinggi dibandingkan akhir Agustus tahun lalu yang bahkan telah mendapatkan bonus dari program pengampunan pajak (tax amnesty).
"Jadi, ada pertumbuhan yang cukup baik kalau secara tahunan (year on year/yoy). Maka, kami cukup optimis," imbuh mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.
Di sisi lain, ia terus menyisir potensi penerimaan pajak yang bisa digenjot dan penggunaan anggaran belanja yang produktif. "Namun, kami tetap hati-hati dalam menyisir terhadap extra effort," pungkasnya.