Pada semester pertama tahun ini, pendapatan perusahaan masih tercatat tumbuh tipis sebesar 0,73 persen dari Rp10,85 triliun menjadi Rp10,93 triliun. Namun, beban interkonesi perusahaan meningkat cukup tajam menjadi Rp1,2 dari sebelumnya sebesar Rp822 miliar.
Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan, peningkatan beban berasal dari promosi perusahaan untuk off net call di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas di luar Pulau Jawa seiring dengan potensinya yang juga lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain disebabkan peningkatan beban, menurut Direktur Keuangan Mohammed Adlan Bin Ahmad Tajudin, pada tahun lalu, perseroan memperoleh pendapatan yang cukup besar dari penjualan beberapa menara yang dimiliki perusahaan.
Sementara itu, realisasi belanja modal perseroan hingga semester I 2017 baru mencapai Rp4,7 triliun. Mayoritas dana digunakan untuk layanan 4g.
Di sisi lain, XL Axiata memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp1,2 triliun kepada perbankan tahun ini. Rencananya, perusahaan akan melakukan refinancing untuk melunasi utang tersebut.
"Dari segi utang ada yang harus dilunasi, Tapi kami belum pastiin melalui yang mana," pungkas Adlen.