Dikutip dari Reuters, produksi organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) meningkat di bulan Juli, meski analis memperkirakan bahwa produksinya melemah. Adapun pada bulan lalu, produksi OPEC malah meningkat 90 ribu barel per hari yang disebabkan oleh kenaikan produksi Libya.
Padahal, negara-negara anggota OPEC beserta Rusia sudah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari mulai 1 Januari 2017 silam hingga Maret tahun depan. Ini dilakukan, guna mengurangi kelebihan persediaan minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT