Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Setyamurti Poerwadi mengatakan, pihaknya akan segera mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk menentukan harga penjualan garam. Dengan demikian, nantinya, petambak diharapkan tidak akan mengalami kerugian akibat anjloknya harga garam di pasaran pasca panen raya.
"Prediksi panen raya itu September, nanti sekitar 10 hari lagi impor (garam) juga masuk ke Indonesia, makanya kami harus segera tentukan HPPnya agar petani itu masih bisa menabung, tidak anjlok harga," kata Brahmantya di kawasan Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah ditentukan, nanti BUMN, dalam hal ini PT Garam bisa beli dengan harga yang cukup, tentu ada margin. Petani tidak akan rugi karena kami awasi yang jual murah di bawah HPP," itu kata dia.
Lihat juga:Impor Garam Buat Nasib Petambak Terpuruk |
"KKP sebelum tentukan harga, punya rules. Kami harus dengar kebutuhan dari pihak terkait, ketentuan HPP ini juga dipengaruhi kualitas garamnya juga," kata dia.
Lihat juga:Pemerintah Incar Impor Garam dari India |