Namun demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini lebih kecil, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 5,18 persen. Bahkan, proyeksi bank sentral sendiri masih lebih tinggi ketimbang capaian kuartal II.
"Lumayanlah (pertumbuhan ekonomi kuartal II) 5,01 persen. Walaupun tidak terlalu tinggi, tetapi 5,01 persen tidak terlalu rendah juga, terbaik untuk kondisi sekarang," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman di Gedung Thamrin BI, Senin (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agusman optimistis, laju ekonomi pada paruh kedua tahun ini akan semakin kencang. Hal itu didukung oleh tren perbaikan harga komoditas yang akan berpengaruh positif pada kinerja ekspor.
"Infrastruktur akan gencar dilakukan. Mestinya itu bisa mempercepat terealisasinya proyek infrastruktur dan membuka lapangan kerja," jelasnya.
Lebih lanjut Agusman menyatakan, BI belum merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini, yakni di kisaran 5 hingga 5,4 persen.