"Terminal ini tidak menggunakan anggaran 2017, masih mencari lahan," ujar Direktur Utama Indocement Tunggal Christian Kartawijaya, Senin (7/8).
Tak cuma itu, produsen semen itu juga akan membangun dua terminal baru di Sumatra pada semester II 2017 menggunakan sisa dana belanja modal (capital expenditure atau capex) 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, laba perusahaan sepanjang semester I 2017 ini tercatat turun sebesar 62,9 persen, yaitu dari Rp2,42 triliun menjadi Rp901,8 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan pendapatan bersih 10,8 persen menjadi Rp238 miliar dari Rp266,8 miliar.
Sementara, penjualan domestik sendiri pada paruh pertama tahun ini turun 1,4 persen atau 109 ribu ton menjadi 7,8 juta ton. Hal ini sejalan dengan turunnya permintaan semen domestik nasional sebesar 1,3 persen.
Seperti diketahui, perusahaan telah memiliki dua produk semen, yakni Rajawali dan Tiga Roda. Perusahaan optimis dengan penjualan semen di semester II hingga tahun depan, seiring dengan mulai banyaknya proyek infrastruktur yang dibuka.
"Bandara dibuka, ke depannya, bangun rumah properti naik lalu semen ikut, kan ada efeknya. 2018 dan 2019 bisa tumbuh lebih dari Produk Domestik Bruto (PDB)," terang dia.