"Saya baru tahu ini, saya baru lihat tadi," ujar Budi Karya sembari tersenyum di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (9/8).
Penunjukkan artis sebagai komisaris independen dinilai sah-sah saja. Yang terpenting, komisaris yang ditunjuk memiliki kompetensi dan mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komisaris kan bisa semua orang, fungsinya pengawasan saja. Artis kan juga banyak yang pintar dan punya kualifikasi itu. Itu (kewenangan) internal mereka (AirAsia)," imbuh Budi Karya.
"Yang saya dengar, AirAsia baru kemarin bilang mau go public (menjadi perusahaan terbuka). Ya silakan saja, itu kewenangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata mantan Direktur Utama Angkasa Pura tersebut.
Seperti diketahui, hasil rapat para pemegang saham PT Indonesia AirAsia menyetujui penunjukkan Raline Shah sebagai komisaris independen. CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, penunjukkan Raline Shah diharapkan dapat membawa AirAsia lebih baik ke depan.
Raline Shah sendiri mulai berkarir di bidang perfilman Tanah Air sejak 2012. Di awal karirnya, ia membintangi film bertajuk 5 cm. Setelah film itu, ia membintangi film Surga Yang Tidak Dirindukan. Dari film tersebut, nama Raline masuk daftar nominasi Aktris Pendukung Terbaik pada 2015 dalam Festival Film Indonesia (FFI).
Sementara dari sisi latar belakang pendidikan, Raline merupakan lulusan National University of Singapore (NUS) bergelar Bachelor of Arts di bidang Political Science and New Media and Communications.