Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, rencana penerbitan obligasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekuitas perseroan yang tengah dibebankan oleh pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.
Rencana penerbitan obligasi ini nantinya akan menjadi yang pertama kali dilakukan operator kereta pelat merah tersebut. Penawaran surat utang juga dilakukan sebagai alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan sepanjang tahun ini yang mencapai Rp7,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sandiaga Uno Dorong BUMD Go Public |
Proyek kereta api bandara Soekarno Hatta Jakarta menelan biaya hingga Rp3 triliun dengan total jalur sepanjang 36,3 kilometer dan rute jalur baru sepanjang 12,1 KM dari Batuceper ke Bandara Soetta.
Di samping itu, rencana penggunaan dana nantinya juga ditujukan untuk peremajaan kereta api yang saat ini usianya rata-rata telah mencapai 30 tahun lebih.
"Sekarang ini, 51 persen armada kereta kami usianya di atas 30 tahun semua. Memang, masih aman, tapi dari sisi umur sebaiknya kami remajakan supaya penumpang dapat perhatian khusus karena keretanya baru," pungkasnya.