Realisasi Program Sejuta Rumah Baru 44,9 Persen dari Target

Safyra Primadhyta , CNN Indonesia | Sabtu, 12/08/2017 14:59 WIB
Realisasi Program Sejuta Rumah Baru 44,9 Persen dari Target
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, realisasi Program Sejuta Rumah hingga awal Agustus mencapai 449 ribu unit rumah atawa baru 44,9 persen dari target tahun ini.

"Selama 2015 dan 2016, total realisasi program sejuta rumah telah 1,5 juta unit. Untuk 2017, hingga Agustus, realisasinya sudah 449 ribu unit," ujarnya usai menghadiri pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/8).

Basuki merinci, sebagian besar properti berasal dari program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sementara, sisanya berasal dari program subsidi selisih bunga (SSB), maupun yang berasal dari non subsidi.

Menurut dia, pelaksanaan program sejuta rumah masih terkendala masalah perizinan, misalnya Surat Keputusan Rencana Kerja (SKRK) yang menjadi pendahulu dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami terus mendorong bersama Kementerian Dalam Negeri. Lalu, kami juga berkoordinasi dengan Gubernur, Bupati, dan walikota," jelasnya.

Melihat capaian terakhir, Basuki memperkirakan, realisasi Program Sejuta Rumah pada akhir tahun hanya akan berkisar 900 ribu unit. Meskipun, tak sampai 100 persen dari target, proyeksi itu masih melampaui realisasi tahun lalu yang hanya berkisar 860 ribu.

"Kalau tahun lalu, sebanyak 860 ribu unit rumah. Mudah-mudahan, di tahun ini bisa 900 ribu-an unit rumah sudah bagus," terang Basuki.

Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Nasional Tbk (BTN) bilang, pelaksana mayoritas Program Sejuta Rumah optimis bisa mencapai target.

Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah hingga akhir tahun dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk kontruksi rumah non-Subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi.

Per Juni 2017, perusahaan telah merealisasikan pembiayaan perumahan untuk 370.173 unit rumah atau lebih dari separuh target. "Kalau melihat capaian itu, saya rasa, kami bisa melampaui target," kata Maryono secara terpisah.

Sejak Program Sejuta Rumah diluncurkan pada 2015 lalu hingga Juni 2017, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk sekitar 1,44  juta unit dengan nilai total Rp156 triliun.

Sejak April 2015 hingga pertengahan tahun ini, di Sumatra, KPR perseroan sudah mengucur untuk 260.768 unit rumah dengan nilai sekitar Rp 21,65 triliun. Sementara, di Kalimantan, realisasi kredit perumahan sudah mencakup 126.091 unit rumah dengan nilai Rp10,62 triliun. 

Kemudian di Sulawesi, kredit perumahan melalui Bank BTN telah terealisasi sebanyak 104.870 unit rumah dengan nilai Rp7,79 triliun.  Di pulau Jawa, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan sebanyak 904.241 unit rumah dengan nilai Rp111,28 triliun. 

Lalu di Bali, NTT, NTB dan Papua, kredit perumahan yang diberikan juga tercatat mencapai Rp4,5 triliun dengan jumlah unit rumah mencapai 43.885 unit rumah.