Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengungkapkan target pembangunan rumah susun ini adalah masyarakat menengah bawah (MBR) dan masyarakat umum lainnya sebagai alternatif hunian yang lebih efisien.
Proyek ini mencakup pembangunan tiga tower di Stasiun Tanjung Barat dengan total 29 lantai yang akan menampung 1.232 unit hunian di atas lahan seluas 15.244 meter persegi. Perusahaan menargetkan proyek rampung dalam tempo dua tahun dengan menelan investasi sebesar Rp705 miliar.
“Ini merupakan wujud kerja sama sinergi BUMN untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD, terutama untuk ruang-ruang vertikal yang belum dimanfaatkan”, tutur Bambang pada acara peletakan batu pertama (ground breaking) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pembangunan rumah susun di lahan idle milik PT KAI sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program satu juta rumah.
Kerja sama pembangunan rumah susun Tanjung Barat Jakarta yang akan dilaksanakan dengan pemanfaatan atas lahan PT KAI memperhatikan pola kerja sama jangka panjang sebagaimana pada Permen BUMN No.PER-13/MBU/09/2014 Tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara
Besarnya pengguna moda transportasi Commuter Line atau KRL yang mencapai lebih dari 900 ribu penumpang Jabodetabek menuju tempat aktifitas karena lebih efisien dan dapat terhindar dari kemacetan. Pembangunan rumah susun ini akan menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bermukim di wilayah stasiun tersebut.
Nantinya, proyek serupa akan dikembangkan di lahan lain milik perseroan baik di Jabodetabek maupun seluruh Indonesia. Salah satunya, proyek TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok.
Selanjutnya, Perumnas dan PT KAI akan terus bersinergi guna memenuhi perizinan dan ketentuan yang berlaku agar penyediaan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi seperti ini segera terealisasikan di lokasi lainnya.
Pembangunan Rusun di stasiun Tanjung Barat Jakarta ini memiliki komposisi hunian rumah susun sederhana milik (rusunami) dan apartemen sederhana milik (anami) di mana sekitar 25 persen diperuntukkan kepada MBR meliputi hunian studio hingga tipe hunian dengan 2 kamar tidur. (gir)