Sebab, sebelumnya, Jokowi mencatat masih banyak daerah yanng mendapat energi dengan harga tinggi, bahkan masih ada pula yang tidak mendapat kesempatan menghidupkan lampu dari tenaga listrik.
Ia mencontohkan, salah satu daerah yang berhasil 'terang' saat pemerintahannya, yaitu sebuah desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan beberapa desa lain yang tersebar di titik-titik terdepan dan terluar Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain listrik, Jokowi juga memastikan bahwa pemerintah terus mengupayakan pembentukan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua, yang selama ini masih merasakan BBM dengan harga selangit.
Dengan memberi DAK, Jokowi berharap pemerintah bisa meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan infrastruktur dasar, seperti jaringan air minum sampai ke rumah-rumah warga. Selain itu, alokasi DAK diklaim mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah dengan peningkatan presentase kemantapan jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, dan mendukung irigasi pertanian.
"Dengan dana desa ini, pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi desa, dengan mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang mencapai 92 persen pada bulan Maret 2017," kata Jokowi.
Adapun penjaminan kebutuhan energi ini, sambung Jokowi, tak hanya penting bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan menciptakan keadilan, namun lebih dari itu mampu memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi karena terciptanya titik-titik pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"PLBN adalah beranda terdepan Indonesia yang kita harapkan memunculkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru sehingga pembangunan menjadi lebih merata di seluruh pelosok negeri," pungkasnya.