Hal itu terungkap dalam keterangan terpisah antara Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Kementerian Keuangan. Bambang menuturkan terdapat sepuluh prioritas nasional di antaranya sektor pendidikan.
“Pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas guru,” kata Bambang dalam keterangannya yang dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (17/8)/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga pembiayaan itu diperoleh dari belanja pemerintah pusat Rp146,6 triliun; transfer ke daerah dan dana desa Rp279,3 triliun; serta pengeluaran pembiayaan Rp15 triliun.
Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp110,2 triliun atau lima persen dari total anggaran belanja. Nantinya, jumlah itu akan dipenuhi dari belanja pusat Rp80,7 triliun dan sisanya dari transfer Rp29,5 triliun.
"Fokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit, dan penguatan upaya promotif dan preventif "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat"," papar Bambang.
Target Sektor Kesehatan
Untuk prioritas kesehatan, pemerintah menargetkan program Indonesia sehat bagi 92,4 juta jiwa, imunisasi untuk anak usia 0-11 tahun sebesar 92,5 persen, dan sertifikasi obat dan makanan 74 ribu.
Selain itu, program kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi untuk 1,8 juta orang, penyediaan sarana fasilitas kesehatan yang berkualitas di 49 rumah sakit, dan penanganan malaria dan HIV.
Bambang menyebut, RKP 2018 ini disusun melalui proses yang lebih sinkron dan terkoordinasi antara Kementerian. Sehingga, Bappenas bersama Menteri Keuangan, dan Menteri PAN RB telah merilis Sistem Aplikasi Integrasi Perencanana, Penganggaran dan Informasi Kinerja.
Dalam RAPBN 2018, pemerintah memasang target belanja negara sebesar Rp2.204,38 triliun, atau meningkat dari target belanja dalam APBN 2017 Rp2.080,45 triliun dan dari APBN Perubahan 2017 Rp2.133,29 triliun. Untuk belanja pemerintah pusat naik menjadi Rp1.443,29 triliun dari Rp1.366,65 triliun. (asa)