Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan bahwa perusahaan pelat merah itu tidak lagi berencana menyerap (offtake) produksi dua kilang itu sebesar 100 persen. Perihal offtake setiap kilang, rencananya akan dibagi dengan masing-masing mitranya. Adapun, saat ini negosisasi dengan kedua mitra masih berlangsung.
"Kami sudah negosiasi. Mitra-mitra kami ini fair, jika memang mereka kekurangan ya tidak apa-apa menjadi offtaker," jelas Arief, Rabu (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dari itu, ini tidak se-simple offtake dan tidak offtake. Prosesnya kami bilang cukup panjang," paparnya.
Sebagai konsekuensi, Pertamina memundurkan target dua proyek itu menjadi tahun 2024 agar liabilitas terdistribusi dalam jangka waktu yang panjang. Dengan demikian, Pertamina masih bisa mempertahankan rasio utang terhadap laba sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), atau debt-to-EBITDA ratio di bawah 3,5.
"Proses negosiasi dengan mitra sudah mencapai 95 persen dan akan melangkah ke proses selanjutnya," imbuhnya.
Proyek RDMP Cilacap rencananya bisa menambah kapasitas produksi dari 350 ribu barel per hari ke angka 400 ribu barel per hari. Sementara itu, proyek kilang baru di Tuban diharapkan memiliki kapasitas sebesar 300 ribu barel per hari.
Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek kilang Pertamina yang diharapkan bisa memiliki kapasitas sebesar 2,3 juta barel per hari pada tahun 2025 mendatang. Saat ini, kapasitas kilang existing Pertamina tercatat 1,04 juta barel.
Diimplementasikan Untuk Kilang Bontang
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menuturkan, pola kerja sama dengan pembagian kewajiban offtake ini rencananya juga akan diimplementasikan dalam pembangunan kilang Bontang. Dalam hal ini, ia tak ingin Pertamina menjanjikan komitmen macam-macam kepada mitranya jika nantinya janji tersebut tidak bisa ditepati perusahaan.
"Kami sendiri tidak mau Pertamina jadi default karena tidak mau memberikan banyak komitmen. Kami perlu mengatur risiko sebab proyek-proyek kami ini sangat banyak," ungkapnya. (agi)