Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan lelang itu memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun.
Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03171123 mencapai Rp5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,00600 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 23 Nopember 2017 ini mencapai Rp5,97 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk seri SPN12180511, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,65710 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 11 Mei 2018 ini mencapai Rp10,15 triliun.
Adapun, untuk seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,85881 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp11,09 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,83 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,99 persen.
Untuk seri FR074, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28994 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2032 ini mencapai Rp9,18 triliun.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,28 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,41 persen.
Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,34 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,65 persen.
Sebelumnya, dalam lelang lima seri SUN pada Selasa (8/8), pemerintah juga berhasil menyerap dana sebesar Rp22,5 triliun dari total penawaran yang masuk Rp58,6 triliun.