"Sinergi itu adalah sangat penting, mungkin tahun-tahun sebelumnya itu banyak sekali BUMN yang bikin bisnis anak padahal aktivitasnya mirip," ujar Rini di Kementerian BUMN, Jumat (25/8).
Di sektor logistik misalnya, ia mencontohkan ada perusahaan pelat merah yang memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis perhotelan dan niaga. Padahal, di sisi lain, ada perusahaan BUMN yang memiliki aktivitas bisnis yang sama. Persaingan bisnis antar perusahaan negara tersebut membuat bisnis menjadi tidak efisien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinergi Anak Usaha Sektor Maritim
Tujuh anak perusahaan IPC tersebut adalah PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPl), PT Multi Terminal lndonesia (MTI), PT Indonesia Kendaraan Terminal ( IKT), PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPl).
PT EPI dan PT Pertamina Patra Niaga menandatangani kerja sama pengembangan bisnis dengan ruang lingkup berupa kerjasama pemasaran produk BBM dan non-BBM. PT MTI dan PT Perinus (Persero) menyepakati kerjasama penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut nasional.
Selain itu, PT MTI dan Perum Perindo juga menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut nasional. PT IKT dan PT Pertamina Patra Niaga kerja sama di bidang studi pembangunan dan pengelolaan terminal kendaraan di Dumai, Riau yang kedepannya diproyeksikan pada pengelolaan dan pengoperasian terminal tersebut.
PT EDll dan PT Berdikari Logistik lndonesia tentang kerja sama dan sinergi pengembangan bisnis dan sistem aplikasi sebagai sesama anak perusahaan BUMN. PT EDll dan PT KBN melakukan kerja sama dan sinergi pengembangan bisnis dalam rangka pembuatan dan pngembangan aplikasi e-seal.
Terakhir, PT (JPPI), PT Timah Tbk (Persero) dan Pemda Belitung Timur menandatangani kerja sama pengoperasian dock yard milik Pemda Belitung Timur dan perawatan kapal-kapal milik PT Timah.