Seperti diberitakan sebelumnya, gangguan satelit milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk itu telah melumpuhkan 5.700 ATM dari total 17.210 ATM perseroan yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Makin begini, saya makin takut punya satelit. Kalau punya satu satelit, nanti hanya bergantung pada satu satelit," ujar Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja usai konferensi pers di Menara BCA, Senin (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, selain lebih cepat, satelit bisa menjangkau daerah-daerah terpencil selama ada penangkap sinyal satelit.
Ia mencontohkan, penanganan gangguan koneksi satelit Telkom-1 di mana perseroan memutuskan mengalihkan koneksi 5.700 ATM yang bermasalah ke dua satelit lain, yaitu 2 ribu ATM ke APSTAR 5 dan sisanya ke Telkom-3S. Di sisi lain, perusahaan setiap bulannya harus membayar koneksi sekitar Rp2 juta per lokasi ATM.
Saat ini, perseroan memiliki ATM yang tersebar di 11.530 lokasi. Artinya, setiap bulannya perseroan harus merogoh kocek sekitar Rp23 miliar atau Rp276 miliar per tahun untuk biaya sewa koneksi satelit.