Presiden Direktur Visa Worldwide Harianto Gunawan mengatakan, masyarakat mulai beralih lantaran pembayaran nontunai lebih mudah dan lebih aman dibanding jika menggunakan uang tunai.
"Masalah keamanan merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran elektronik," ujar Harianto dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, dikutip Rabu (30/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sekitar 34 persen masyarakat Indonesia mulai menurunkan jumlah uang tunai yang dibawanya. Pasalnya, 71 persen di antaranya lebih suka menggunakan kartu pembayaran dan 59 persen merasa uang tunai tak aman lagi.
Tercatat, jumlah masyarakat yang mengandalkan uang tunai berkurang dari 31 persen menjadi 20 persen pada 2015-2016. Adapun sekitar 53 persen responden penelitian, juga mengaku lebih banyak memiliki kartu saat ini ketimbang lima tahun lalu.
Tercatat, sekitar 82 persen responden penelitian menggunakan smartphone untuk belanja. Adapun, 47 persen diantaranya menggunakan setiap minggu. Sementara itu, sekitar 88 persen merupakan generasi (Gen) Y dan 73 persen Gen X.
Tak hanya untuk perdagangan online, sekitar 65 persen di antaranya menggunakan untuk layanan berbasis permintaan (on demand services), seperti memesan ojek, taksi, makanan secara online melalui Gojek, Uber, Grab.
"Konsumen saat ini tidak suka berlama-lama mengantri di kasir. Mereka lebih suka berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi mobile dan barangnya diantarkan langsung ke rumah," terang Harianto.