Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar seperti Uber malah tidak memiliki aset kendaraan. Serupa, perusahaan penyewaan kamar dan hotel besar seperti AirBnB tidak memiliki aset seperti hotel atau gedung.
"Jadi kalau punya aset lalu 'dikekepin' sendiri, ini musimnya sudah berubah. Ini perlu saya ingatkan kepada BUMN dan swasta," ujar Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keikutsertaan swasta dalam sekuritas diyakini meningkat efisiensi dan turut memicu aliran modal masuk ke Indonesia. Beberapa contoh sekuritas yang telah dilakukan di Indonesia adalah sekuritisasi gelombang telekomunikasi.
Sementara, BUMN perbankan juga telah mengatur aset dalam jaringan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jokowi menyatakan, hal itu memiliki tingkat efisiensi yang luar biasa.
Sehingga, ia menyambut baik penerbitan sekuritisasi surat berharga hak atas pendapatan Tol Jagorawi antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Lihat juga:Investasi Dunia ke RI Hanya 1,97 Persen |
Jokowi mengatakan, sekuritisasi ini telah disiapkan sembilan bulan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Banyak kendala harus ditemui sehingga menghambat proses. Tetapi, hal itu nantinya diperbaiki sehingga sekuritisasi diproses cepat dan mudah.
"Alhamdulillah hari ini telurnya pecah. Dan kita harapkan setelah telur satu pecah, telur lain kita harapkan juga pecah. Baik dari BUMN dan swasta," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.