Adapun, dua unit PLTU yang baru ini akan dikerjakan oleh PT Bhumi Jati Power (BJP) yang merupakan konsorsium PT United Tractors Tbk melalui anak usaha PT Unitra Persada Energia bersama Sumitomo Corporation Group dan The Kansai Electric Power Co.
Direktur BJP, Boy Gemino Kalasaerang menuturkan, PLTU Tanjung Jati Unit 5 dan 6 akan dikerjakan dalam kurun waktu 50 hingga 54 bulan, di mana proses konstruksi sudah dilakukan Maret kemarin. Jika rampung, maka tambahan kapasitas ini melengkapi PLTU Tanjung Jati 1 hingga 4 yang memiliki kapasitas 4x660 MW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, pelaksanaan konstruksi berjalan setelah perusahaan melakukan kewajiban pembiayaan (financial closing) Maret lalu. Pasalnya, 80 persen pembiayaan investasi sebesar US$4,2 miliar ini diperoleh dari pinjaman Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan sindikasi tujuh bank komersial lainnya.
Lihat juga:PLN Siap Akuisisi Tiga Tambang Batu Bara |
"Ekspansi ini pun masuk sebagai bagian dari megaproyek 35 ribu MW," ujarnya.
"Untuk nanti, kami bisa evakuasi daya yang ada agar bisa distribusi listrik ini ke daerah lainnya," ungkap Made.
Lihat juga:PLN Ogah Beli Gas Cadangan dari Petronas |
Menurut data PLN, kapasitas terpasang PLTU di Indonesia hingga tahun 2016 mencapai 28.090 Megawatt (MW). Sementara itu, menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2017 hingga 2026, akan ada tambahan PLTU sebesar 31.900 MW dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.