Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juli 2017 yang inflasi sebesar 0,22 persen dan juga dibanding Agustus 2016 yang mengalami deflasi 0,02 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sejumlah harga pangan telah menurun sejak Juli dan bergerak stabil sepanjang bulan ini, sehingga sukses menciptakan inflasi rendah pada bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, inflasi secara tahun berjalan (year to date/ytd) Januari-Agustus 2017 sebesar 2,53 persen dan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,82 persen.
Sedangkan sisanya mengalami inflasi, seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,26 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,1 persen.
Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,32 persen, kelompok kesehatan 0,2 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,89 persen.
"Ini karena harga emas perhiasan naik 0,1 persen," imbuh dia.
Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, deflasi terjadi 47 kota dengan deflasi tertinggi di Ambon sebesar -2,08 persen dan deflasi terendah di Samarinda -0,03 persen.
Sedangkan 35 kota lainnya mengalami inflasi. Tercatat, inflasi tertinggi di Lhokseumawe 1,09 persen dan inflasi terendah di Batam sebesar 0,01 persen. (bir)