Kepala Divisi LRT KAI Ahmad Najib Tawangalun menyebut, perekrutan masinis LRT akan terus dimulai hingga kuotanya terpenuhi. Untuk mempersiapkan arus pekerja tersebut, KAI sudah menyiapkan sistem rekrutmen hingga pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Masalah SDM ini tentu menjadi perhatian kami sebab operasi LRT ini tanggung jawab KAI. Kami masih memiliki waktu untuk mempersiapkan pekerja tersebut," papar Najib ditemui di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Senin (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses rekrutmen untuk jadi masinis memang cukup lama," jelasnya.
Sembari menyelesaikan proses seleksi masinis, KAI juga akan merekrut pekerja operasional lain yang diharapkan bisa selesai sebelum LRT selesai. Adapun rencananya, KAI membutuhkan 350 orang untuk mengerjakan sisa aspek operasional perusahaan lainnya.
"Bantuan dari karyawan yang sudah ada sangat dimungkinkan, karena istilahnya mereka sudah pengalaman. Memang, ini harus ada pelatihan lagi. Tak menutup kemungkinan dari karyawan sebelumnya untuk bisa di LRT," jelasnya.
Sebagai informasi, proyek LRT ini sedang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Adapun, KAI bertindak sebagai operator sesuai Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2017. Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini tercatat Rp21,7 triliun.
Lihat juga:Investor Singapura Berminat Biayai LRT |
LRT tahap pertama rencananya akan melintang sepanjang 43,3 kilometer (km) dan memiliki 16 stasiun di sepanjang jalurnya. Adapun, empat stasiun akan tersedia di sepanjang lintas Cawang-Cibubur, tujuh stasiun akan ada di lintas Cawang-Kuningan Dukuh Atas, dan lima stasiun di jalur Bekasi Timur-Cawang.