Ia mengatakan pemerintah Indonesia membutuhkan masa hampir 2,5 tahun guna mendapatkan persetujuan Freeport untuk divestasi saham 51 persen. Sejak beroperasi di Indonesia pada 1967 silam, pemerintah Indonesia hanya mendapatkan jatah sembilan persen saham perusahaan tambang yang bermarkas pusat di Amerika Serikat itu.
"Ini memang alot. Tapi kalau enggak ngotot ya dapatnya sembilan persen lagi," ujar Jokowi di hadapan sekitar seribu relawan Pro Jokowi (PROJO) di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal itu tak bisa dibiarkan. Atas dasar itu, sejak menjabat presiden pada 2014 silam, Jokowi langsung mulai bernegosiasi dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.
Ketegasan pemerintah berbuah baik. Freeport akhirnya 'tunduk' kepada pemerintah. Richard melepaskan 51 persen sahamnya kepada pemerintah. Selain itu, Freeport pun bersedia membangun smelter atau fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang.
Infografis kesepakatan Freeport dan Pemerintah Indonesia. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi) |
Infografis kesepakatan Freeport dan Pemerintah Indonesia. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)