Direktur Penerimaan Mineral dan Batu Bara Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Jonson Pakpahan menyebut, angka ini sudah jauh berkurang dibandingkan posisi awal tahun yang sebesar Rp4,9 triliun.
“Sepanjang bisa diselesaikan sekarang, ya tahun ini. Kami akan lakukan aktivitas, seperti datang ke daerah, karena kebanyakan piutang PNBP ini datang dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah,” terang Jonson ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tetapi, setelah ada pemeriksaan dari instansi pemeriksa, akhirnya ada yang kurang bayar dan kemudian ditanyakan lagi,” katanya.
“Karena PKP2B ini lebih bisa diatur oleh pemerintah. Tapi, kami masih tetap lakukan pemanggilan ke perusahaan ini untuk terus membayar tunggakan tersebut,” jelasnya.
Meski ada yang menunggak, ia optimistis, PNBP bisa mencapai target hingga akhir tahun nanti. Realisasi PNBP hingga Agustus 2017 tercatat Rp23,8 triliun atau 73,45 persen dari target sebesar Rp32,4 triliun. Adapun, hal ini disebabkan karena harga batu bara yang memanas seiring 80 persen PNBP sektor minerba berasal dari pertambangan batu bara.
“Berharap saja harga stabil hingga akhir tahun mendatang,” imbuhnya.
Sebagai informasi, realisasi PNBP hingga akhir 2016 tercatat Rp27,2 triliun. Dengan kata lain, target PNBP di tahun ini lebih besar 19,11 persen dibanding tahun lalu. (bir)