Menurut Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang, beberapa komoditas akan menjadi katalis penguatan bagi IHSG, di antaranya minyak dunia, batu bara, nikel, dan timah.
Ia merinci, harga minyak naik 1,03 persen ke level US$49,16 per barel, batu bara (New Castle) menguat 0,1 persen menjadi US$97,9 per metrik ton. Sedangkan, nikel dan timah masing-masing menguat 0,7 persen dan 0,29 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.795 dan resistance 5.846. Sementara, nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak dalam rentang Rp13.290-Rp13.360.
"Rendahnya kekhawatiran atas krisis Korea Utara diperkirakan berimbas positif pada perdagangan hari ini," terang David.
Dengan demikian, IHSG bakal berada dalam rentang support 5.800 dan resistance 5.860. Apalagi, pelaku pasar juga tengah menunggu data ekspor dan impor China pada bulan Agustus.
IHSG pada Rabu (6/9), ditutup melemah 5,84 poin (0,1 persen) ke level 5.824 setelah bergerak di antara 5.803-5.831. Padahal, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp13.333 per dolar AS.
Sementara, penguatan bursa saham Wall Street masih berlanjut tadi malam. Dow Jones naik 0,25 persen, S&P500 menguat 0,31 persen, dan Nasdaq menanjak 0,28 persen. (bir)