Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan saham Senin (11/9), harga saham MIKA merosot 3,32 persen atau 70 poin menjadi Rp2.040, dari akhir penutupan bursa Jumat (8/9) pekan lalu yang sebesar Rp2.110.
Menurut catatan, harga saham emiten sektor jasa dan perlengkapan kesehatan itu juga merosot hingga 20,62 persen dalam kurun tahun berjalan (year to date).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza memperkirakan harga saham MIKA masih akan melemah dalam beberapa hari ke depan jika perseroan tak memberi penjelasan yang transparan dan tak memperlihatkan sikap tanggung jawab atas kasus tersebut.
Pada dasarnya, lanjut dia, kondisi saham akan bergantung pada tanggapan investor saham terhadap hasil konferensi pers yang berlangsung hari ini.
"Kalau pasar melihat kondisi kasus ini dapat ditangani dengan baik, maka sentimen ini bisa jadi hanya sesaat," ujarnya kepada CNN Indonesia, Senin(11/9).
Sebelumnya, seorang bayi diketahui meninggal di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Mitra Keluarga pekan lalu. Meski dalam kondisi kritis, bayi tak juga dirujuk ke ruang perawatan intensif khusus anak, karena orang tuanya tak punya uang cukup.
Untuk bisa dirawat di ruang khusus, orang tua harus menyediakan uang muka Rp19,8 juta, sementara mereka hanya punya uang Rp5 juta. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dimiliki keluarga tersebut tak bisa dipakai lantaran RS swasta itu tak menjalin kerja sama.