Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, aksi ambil untung tersebut dilakukan sebagai respon pelaku pasar atas penguatan IHSG beberapa hari terakhir.
"Mulai terdapat aksi jual seiring sikap pelaku pasar yang cenderung profit taking dengan memanfaatkan penguatan sebelumnya membuat laju IHSG mulai bergerak terbatas," papar Reza dalam risetnya, dikutip Rabu (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila IHSG bergerak terbatas, maka otomatis potensi penguatan indeks akan tertahan. Untuk itu, Reza memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.850-5.861 dan resistance 5.883-5.895.
"Antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah," sambung Reza.
"Support level terlihat masih cukup kuat dapat bertahan di tengah fluktuasi harga komoditas," terang William.
Sementara, sikap asing yang masih terus melakukan aksi jual juga diyakini tidak menjadi penghalang bagi penguatan IHSG. William meramalkan, IHSG berada dalam rentang support 5.797 dan resistance 5.911.
"Peluang naik masih terlihat cukup besar," kata William.
Adapun, IHSG sudah mulai bergerak terbatas kemarin. Lihat saja, IHSG ditutup stagnan 0,49 poin (0,008 persen) ke level 5.872. Hal ini terjadi ditengah pelemahan nilai tukar rupiah di level Rp13.200 per dolar AS.
Sementara, bursa saham Wall Street tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,28 persen, sedangkan indeks S&P500 dan Nasdaq sama-sama menguat 0,34 persen.