Mahasiswa Diminta Ikut Hidupkan Kembali Koperasi

Agustiyanti , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 03:19 WIB
Mahasiswa Diminta Ikut Hidupkan Kembali Koperasi Koperasi dinilai mampu mengatasi ketimpangan sosial yang saat ini semakin tinggi. (CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahasiswa diminta menghidupkan koperasi yang saat ini mulai ditinggalkan masyarakat. Padahal, koperasi dinilai mampu mengatasi ketimpangan sosial yang saat ini semakin tinggi.

Kepala Bidang Advokasi dan Fasilitasi Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) Muhammad Risal menyebut, memajukan koperasi merupakan salah satu langkah yang dapat diambil guna meminimalisasi ketimpangan sosial yang semakin tinggi. Mahasiswa sebagai insan pembangunan, menurut dia, harus turut serta dalam memajukan perekonomian rakyat melalui koperasi.

"Ini bersangkutan dengan kedudukan koperasi sebagai usaha kerakyatan dan juga pendongkrak ekonomi rakyat," ujar Risal di Jakarta, Rabu (13/9).

Risal pun mengajak para mahasiswa agar turut aktif dengan cara mengikuti berbagai koperasi yang sudah ada.

Perwakilan dari Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM
Chaerunissa menilai koperasi saat ini semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Ia pun menyayangkan partisipasi mahasiswa sebagai agen perubahan yang masih minim dalam membangun koperasi di tanah air.

"Mahasiswa adalah tulang punggung pergerakan dan perubahan di negara kita ini. Akan tetapi, selama ini mungkin kita belom berkontribusi dalam ekonomi kerakyatan, kita belum sepenuhnya mengikutkan diri dalam gerakan ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kurangnya partisipasi mahasiswa dalam dunia koperasi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya berasal dari internal koperasi itu sendiri. Saat ini, menurut dia, struktur koperasi memang masih didominasi oleh kaum tua yang kurang bisa beradaptasi dengan zaman.

Selain itu, kebobrokan anggota koperasi itu sendiri juga membuat koperasi semakin ditinggalkan. Masih banyak anggota koperasi yang melakukan penyelewengan. Ini, menurut dia, tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Sementara itu, Kepala Bidang Infokom Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Firdaus Jalal berharap Kementerian Koperasi dan UKM dapat mempertimbangkan HMI sebagai mitra utama mereka guna meningkatan produktivitas generasi muda dan mendorong kesejateraan rakyat.