IHSG Diprediksi Terhadang Sentimen Sektoral dan Emiten

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 08:16 WIB
IHSG Diprediksi Terhadang Sentimen Sektoral dan Emiten Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali terkoreksi akibat sejumlah sentimen negatif secara sektoral dan masing-masing emiten. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (14/9), akibat sejumlah sentimen negatif secara sektoral dan masing-masing emiten.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, salah satu sentimen negatif dari emiten berasal dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Perusahaan konstruksi ini mengundurkan jadwal pelepasan saham (divestasi) atas 10 ruas jalan tol melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road.

Awalnya, perusahaan akan melakukan divestasi pada kuartal II tahun ini. Hanya saja, manajemen menganggap belum ada penawaran yang memenuhi target seperti yang diharapkan Waskita Toll Road.


Sentimen negatif lainnya, jelas Reza, pelemahan sektor properti dan tambang akibat adanya aturan pemerintah mengenai harga acuan untuk batu bara untuk memenuhi kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Penurunan yang terjadi telah membuka peluang pelemahan lanjutan seiring maraknya sentimen negatif," ungkap Reza dalam risetnya, dikutip Kamis (14/9).

Tak hanya itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung negatif juga menjadi salah satu pemberat bagi laju IHSG. Dengan begitu, Reza memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 5.815-5.830 dan resistance 5.871-5.896.

"Tetap cermati dan antisipasi sentimen," sambung Reza.

Sementara, analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG masih akan berada dalam rentang konsolidasi dan menunggu dana asing masuk (capital inflow) untuk menggerakan indeks lebih kencang.

"Fluktuasi harga komoditas masih akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG," terang William dalam risetnya.

Namun begitu, IHSG tetap memiliki potensi untuk meraih level resistance yang cukup tinggi dalam beberapa waktu mendatang. Untuk hari ini, William memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 5.802 dan resistance 5.911.


"Potensi pergerakan masih cukup kuat bertahan dengan support teruji kuat," katanya.

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 26,64 poin atau 0,45 persen ke level 5.845. Sementara, nilai tukar rupiah melemah tipis 0,01 persen menjadi Rp13.201 per dolar AS.

Kondisi yang berbeda terjadi di bursa saham Wall Street. Mayoritas indeks terpantau menguat tadi malam. Indeks Dow Jones menanjak 0,18 persen, S&P500 naik 0,08 persen, dan Nasdaq menguat 0,09 persen.