logo CNN Indonesia

Menteri Rini Ingin Budi Gunadi Muluskan Divestasi Freeport

, CNN Indonesia
Menteri Rini Ingin Budi Gunadi Muluskan Divestasi Freeport Budi Gunadi Sadikin yang pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri dinilai punya kapabilitas guna mempersiapkan peralihan saham dari Freeport ke Inalum. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku, dipilihnya Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama PT Inalum (Persero) yang baru saja ditunjuk hari ini, kamis (14/9) tak terlepas dari keseriusan pemerintah untuk memuluskan rencana pengambilalihan 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Freeport akhirnya bersedia memenuhi keinginan pemerintah untuk melepas 51 persen sahamnya. Pernyataan itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan CEO Freeport-McMoran Richard Adkerson pada akhir Agustus lalu.

Menurut Rini, sosok Budi yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri memiliki kapabilitas untuk mempersiapkan proses peralihan saham dari Freeport ke Inalum. Inalum sendiri nantinya bakal menjadi induk holding BUMN di sektor tambang.

"Beliau (Budi) kan selama ini telah menjadi staf khusus saya dan selama ini juga sudah bekerjasama erat dengen Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan untuk mempersiapkan sehubungan dengan divestasi freeport dan beliau sangat capable, pernah menjadi Direktur Bank Mandiri cukup lama," ujar Rini usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Kamis (14/9).

Selain Inalum, dalam holding tambang tersebut, pemerintah rencananya akan memasukkan tiga perusahaan tambang pelat merah lain yaitu PT Bukit Asam Tbk (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (Persero), dan PT Timah Tbk (Persero). Inalum saat ini yang menguasai 65 persen saham Antam, 65,02 persen saham Bukit Asam dan 65 persen saham Timah, dengan masing-masing didalamnya terdapat 1 saham seri A milik pemerintah.

Rini berharap dengan kemampuannya, Budi nantinya bisa membesarkan holding sektor tambang. Pasalnya, perusahaan sektor tambang pelat merah hingga kini masih kalau saing dengan perusahaan tambang swasta maupun asing.

"Tentunya, kami berharap, kalau kita mau kembali ke Undang-undang Dasar pasal 33, bagaimana kita harus menjaga hasil tambang kita, kita perlu meningkatkan kemampuan kita," tegas Rini.
(agi)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video