Sinarmas Resmikan Pabrik Oleochemical Senilai Rp4,77 Triliun

Galih Gumelar , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 16:36 WIB
Sinarmas Resmikan Pabrik Oleochemical Senilai Rp4,77 Triliun Manajemen Sinar Mas Agribusiness and Food menyatakan, pembukaan pabrik ini diharapkan mampu menyerap 1.500 pekerja ke depannya. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Dumai, CNN Indonesia -- Sinarmas Cepsa Pte Ltd, perusahaan patungan antara Grup Sinarmas dengan perusahaan asal Spanyol, Compañía Española de Petróleos S.A.U, telah meresmikan pabrik oleochemical yang berlokasi di Dumai, Kepulauan Riau setelah konstruksi dimulai tahun 2015.

CEO Sinarmas Cepsa Kung Chee Wan mengatakan, pabrik ini akan menghasilkan produk oleochemical sebanyak 200 ribu ton dengan rincian fatty alcohol berkapasitas 160 ribu ton per tahun, 20 ribu ton gliserin dan 20 ribu ton fatty acid.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa pabrik tidak akan beroperasi secara penuh di tahun ini. Sebab, perusahaan masih akan melakukan uji coba untuk setiap produknya. Adapun, proses produksi sudah mulai sejak bulan Maret 2017 silam.

"Ini merupakan pabrik oleochemical kami yang pertama, di mana pada tahap awal kami akan coba dulu untuk produksi seluruh produk. Baru setelah itu, kami bisa melihat utilisasi pabrik tersebut," jelas Kung ditemui di Dumai, Riau (14/9).


Ia melanjutkan, pabrik ini mendapat pasokan Palm Kernel Oil (PKO) dari pabrik kelolaan Golden Agri Resources Ltd dengan volume 200 ribu ton per tahun.

Selain itu, pabrik ini memiliki nilai investasi Rp4,77 triliun dan telah mendapat fasilitas tax holiday di bawah nama PT Energi Sejahtera Mas. Di mana pemerintah membebaskan pajak penghasilan (PPh) 100 persen selama tujuh tahun dan diskon pajak penghasilan sebesar 50 persen selama dua tahun berikutnya.

"Jika memang produksi bagus, maka kami bisa melakukan ekspansi produksi. Apalagi lahan kami pun masih luas di Dumai," jelasnya.


Sementara itu, Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food Franky Widjaja mengatakan, pembukaan pabrik ini diharapkan mampu menyerap 1.500 pekerja ke depannya.

Bahkan selama masa konstruksi kemarin, ia mengklaim ada 2 ribu tenaga kerja yang dilibatkan.

"Kami sudah bangun dari atas sampai bawah, dan tentu membutuhkan jam kerja yang tak sedikit," ujarnya.

Sinarmas dan CEPSA masing-masing mengempit saham 50 persen di proyek perusahaan patungan ini. Adapun, joint venture ini sudah berdiri sejak tahun 2014.