Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, minimnya sentimen positif dalam negeri membuat pelaku pasar tak banyak melakukan aksi beli. Di samping itu, laju bursa saham Asia bergerak bervariasi kemarin.
"Bursa saham Asia kembali variatif melemah setelah merespon negatif penurunan sejumlah data-data makro Tiongkok," terang Reza dalam risetnya, dikutip Jumat (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku pasar masih akan wait and see sembari mencermati sentimen yang ada," jelasnya.
Di sisi lain, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai, IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi. Namun, secara teknikal IHSG masih berada dalam garis tren kenaikan.
Lihat juga:Terus Melemah, IHSG Ditutup di Level 5.845 |
Menurut dia, pelaku pasar perlu mencermati beberapa saham tambang, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Timah Tbk (TINS).
Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 6,26 poin (0,1 persen) ke level 5.852 setelah bergerak di antara 5.841-5.867. Namun, nilai tukar rupiah melemah Rp13.251 per dolar AS. (bir)