Direktur Utama Stephane Deutsch mengatakan, dana itu digunakan untuk mengembangkan gerai dari berbagai brand yang dimiliki Hero Supermarket, seperti Guardian dan Giant.
Perseroang telah membuka beberapa gerai baru pada semester I, di antaranya dua hypermart Giant Ekstra di Manado dan Malang, termasuk memperbarui konsep Hero Supermarket.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Susul Ramayana, Matahari Tutup Dua Gerai |
Tak cuma itu, perseroan juga fokus pada pemasaran berbasis digital. "Lalu, IKEA saat ini sedang memperluas cakupan fungsionalitas penjualan online (daring) nya dengan membuka IKEA Distribution Point di Bogor dan IKEA Online Point di Bintaro," papar Stephane, Jumat (15/9).
"Tidak bisa umumkan karena berapa toko yang akan dibuka kan ada faktornya juga," katanya.
Untuk Guardian, perusahaan mengklaim, pihaknya mendapatkan sambutan yang baik di Bandung, Bali, dan Jakarta. Untuk itu, bukan tidak mungkin gerai Guardian di tiga kawasan ini akan ditambah.
"Tapi, sebenarnya bukan fokus ke tiga wilayah itu, kami fokus ke kota-kota lain juga, kami ada di lebih dari 30 kota," imbuh Stephane.
Namun, pendapatan perseroan tercatat turun 3,88 persen menjadi Rp6,92 triliun dari sebelumnya Rp7,2 triliun. Hanya saja, perseroan melakukan efisiensi, sehingga laba meningkat.
"Biaya operasional tahun ini menurun Rp1,8 triliun," pungkas Stephane.