Tak Perlu Jauh ke New York, 'Central Park' Ada di Meikarta

CNN Indonesia , CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 10:49 WIB
Tak Perlu Jauh ke New York, 'Central Park' Ada di Meikarta Tak perlu jauh ke belahan dunia lain, hutan kota ala Central Park di New York akan hadir di Meikarta dengan luas 100 hektar. (Dok. Meikarta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak perlu jauh ke belahan dunia lain, jika ingin menikmati hutan kota ala Central Park di New York. Central Park ala Meikarta akan hadir dengan luas 100 hektar atau seperlima dari keseluruhan lahan permukiman. ’Central Park’ ini nantinya tak hanya berfungsi sebagai paru-paru Meikarta namun juga wilayah di sekitarnya.

Pembangunan kawasan terbuka hijau raksasa ini terkait dengan misi Lippo Group sebagai pengembang yang merasa berkewajiban menjaga kesehatan konsumennya, sejalan pula dengan kesadaran masyarakat yang makin tinggi terkait kesehatan.

Sejak awal dirancang, hal-hal tersebut sudah diperhitungkan oleh Meikarta. Terlepas dari itu, taman kota ini juga dirancang sebagai tempat yang nyaman dan menyegarkan untuk aktivitas olah raga, rekreasi pribadi, keluarga atau pun komunitas.

Di dalamnya, terdapat danau yang dikelilingi taman yang bebas dipakai untuk siapa saja. Dalam rencana awal, akan ditanami pula 400 pohon besar untuk memastikan pasokan oksigen yang memadai.

Kota terpadu yang terletak di Cikarang tersebut memang menyajikan apa yang selama ini dirindukan oleh warga Jakarta, yang selama ini terkungkung oleh hutan beton dan kemacetan tiada henti. Ini ditambah pula dengan kualitas udara yang buruk akibat polusi.

Fakta itu lah yang tampaknya membuat makin banyak warga Jakarta, serta warga kota besar lainnya, berminat pindah ke Meikarta.

Selain bagian dari penghijauan, danau di Central Park juga akan berfungsi sebagai reservoir air untuk kebutuhan penghuni Meikarta. Danau ini berdaya tampung 20 ribu meter kubik air. Oleh karenanya, air danau ini dijaga ketat agar bebas polusi.

Pengelola Meikarta memang tak tak ingin mengulang pengalaman Jakarta dan banyak kota lainnya di mana air tanahnya mengalami pencemaran berat dan berbahaya untuk dikonsumsi. Dengan kata lain, kesehatan penghuni Meikarta adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Selain diatur terletak jauh dari danau, sistem pembuangan sampah juga diatur agar tak akan terjadi penumpukan. Tujuannya agar sampah tak jadi sumber penyakit dan sumber bau tak sedap.

Ini mengingat fakta bahwa Meikarta berada di wilayah yang sedang tumbuh cepat berkat industrialisasi secara besar-besaran. Tahun lalu jumlah penduduk Bekasi mencapai 2.11 juta jiwa, naik sekitar 200 ribu dari tahun sebelumnya.