"Kami tidak ada rencana pengurangan karyawan karena gerakan non tunai," ujar Direktur Utama Jasa Marga Dessy Arryani kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.
Ketika transaksi secara tunai sudah resmi ditiadakan sepenuhnya, maka karyawan yang sebelumnya bertugas sebagai penjaga gerbang tol akan dialihkan ke unit kerja lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, operator jalan tol ini juga memastikan tidak semua gerbang tol memiliki fasilitas pengisian ulang saldo (top up). Pasalnya, kegiatan top up akan memakan waktu. Sementara, perseroan sengaja memberlakukan transaksi non tunai untuk mengurai kemacetan.
Namun, ia tak bisa memastikan gerbang tol mana saja yang akan diberikan fasilitas pengisian ulang uang elektronik. Hal itu akan diserahkan kepada masing-masing perbankan yang menyediakan fasilitas e-Toll.
Sementara itu, tidak menutup kemungkinan adanya pertambahan bank yang ikut memberikan fasilitas e-Toll, termasuk juga perbankan swasta.
Perseroan telah menyediakan fasilitas pengisian ulang secara tunai di dalam gardu yang dapat dilakukan pada gerbang tol Cibubur 1 (gardu 2) dan gerbang tol Cibubur 2 (gardu 9).
Selanjutnya, gerbang tol Bogor 2 (gardu 15) dan gerbang tol Ciawi 2 (gardu 15) sedang diproses untuk dapat memberikan top up secara tunai. (bir)