Angka itu melonjak signifikan dibanding posisi Juni 2017, yakni 53.150 pelanggan yang melakukan pengaduan.
Walaupun demikian, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsammang Sommeng tidak mengingat jumlah pelanggan listrik yang akhirnya mendapatkan kembali hak subsidinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengaduan ini rencananya akan kami buka hingga akhir tahun mendatang," ujar Andy ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (19/9).
Mencocokkan Data Pelanggan
Oleh karenanya, hingga saat ini, TNP2K dan PLN tengah mencocokkan data pelanggan yang benar-benar layak menerima subsidi.
Rencananya, pencocokkan data ini akan selesai Oktober mendatang.
"Masih ada sisa 60 ribu pelanggan lagi yang perlu dicocokkan datanya. Sampai saat ini, verifikasi data kami sudah mencapai 99,8 persen dan kami harap rampung Oktober mendatang," jelasnya.
Mulai tahun ini, pemerintah mencabut subsidi 19,1 juta pelanggan golongan 900 VA karena dianggap tidak berhak lagi menerima bantuan pemerintah.
Sebab, pemerintah memberlakukan subsidi listrik tepat sasaran untuk tahun anggaran 2017, sehingga hanya orang tidak mampu saja yang boleh mendapatkan subsidi.
Lihat juga:Aprindo Minta Subsidi Listrik untuk Ritel |
Sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2017, subsidi listrik dialokasikan bagi 4,1 juta pelanggan listrik 900 VA lama dan 2,44 juta pelanggan listrik 900 VA baru tahun ini.
Tak hanya itu, pemerintah juga masih memperbolehkan 23,17 juta pelanggan listrik 450 VA untuk menikmati subsidi. (asa)