Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, suplai gas rencananya akan didapatkan melalui proses lelang. Namun menurutnya, proses itu masih panjang.
“Energi untuk PLTMG bagaimana? Gas nanti ditender, masih dalam proses planning, nanti (prosesnya) masih panjang,” jelas Arcandra melalui siaran pers dikutip Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan pembangkit ini, lanjut Arcandra, sangat penting karena bisa menambah pasokan listrik di Sumbawa sebanyak dua kali lipat.
Sekadar informasi, sistem ketenagalistrikan pulau Sumbawa saat ini masih terbagi menjadi dua, yakni sistem Bima dan sistem Sumbawa.
Sistem Bima memiliki kapasitas pembangkit mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW, sementara sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 56 MW dengan beban puncak sebesar 38,6 MW.
Pembangunan PLTMG Sumbawa ini masuk ke dalam program pembangunan pembangkit 35.000 MW. PLN mencatat, pembangkit ini nantinya dapat melistriki hingga 110 ribu keluarga.
Sementara, menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026, pembangkit listrik tenaga gas akan mengambil porsi 26,7 persen dari bauran energi pada 2026 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026. (asa)