Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya mengatakan, jumlah AB yang untung terpantau meningkat sejak 2015. Disebutkan, jumlah AB yang untung pada 2015 sebanyak 62 AB, sedangkan 43 AB membukukan rugi.
"Tahun 2016 naik menjadi 74 AB, tapi 39 AB masih merugi," ucap Alpino, Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dengan indeks cetak rekor, lalu kami terapkan relaksasi marjin maka tentunya transaksi meningkat, laba bersih naik," sambung Alpino.
Dengan adanya relaksasi marjin, BEI mengklaim, nilai rata-rata harian marjin dapat meningkat seiring dengan jumlah saham yang dapat ditransaksikan secara marjin.
Misalnya saja, pada Maret lalu rata-rata transaksi harian marjin saham meroket 180 persen dari Rp148 miliar menjadi Rp400 miliar.
Sementara itu, pendorong kinerja AB lainnya berasal dari keberhasilan emiten yang meraup keuntungan dari segi laba bersih maupun pendapatan. Dengan demikian, kondisi itu tambah menarik investor untuk berinvestasi di pasar modal.