Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, rapat kali ini akan fokus membedah sektor industri apa saja yang bisa dikembangkan dan diciptakan untuk mencapai target pertumbuhan tersebut.
Adapun bedah sektor tersebut merujuk pada lima indikator. Pertama, peningkatan infrastruktur dasar. Kedua, pemerataan ekonomi kewilayahan. Ketiga, peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menuturkan, hal ini perlu dilakukan lantaran pertumbuhan ekonomi Jawa Barat merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut masih belum merata dirasakan oleh tiap bagian Jawa Barat, khususnya utara dan selatan.
"Misalnya, tol Cisandawu dan lainnya. Lalu, ada Pelabuhan Patimban di utara Jawa dan Bandara Kertajati yang ditargetkan selesai Desember tahun depan. Semua itu kami lihat dampaknya," imbuh Dody.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat bilang, saat ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dominan ditopang oleh industri pengolahan.
Sedangkan, sektor industri lain yang turut memberi kontribusi, yaitu perdagangan besar sekitar 15 persen, pertanian, perkebunan, dan perikanan 9 persen, konstruksi 7 persen, dan transportasi 4 persen sampai 5 persen.
"Di utara Jawa Barat itu dominan (kontribusi dari) industri pengolahan. Bandung tengah itu perdagangan besar. Sedangkan, selatan itu pertanian dan perikanan," terang Wiwiek.
Pada rakorpusda esok hari, BI akan menggelar diskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, hingga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (bir)