"Sampai saat ini tidak ada indikasi bermasalah kredit," ujar Kepala Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Siregar kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/10).
Kendati begitu, Anton menyatakan perseroan siap mengantisipasi bila debitur mulai kesulitan mengembalikan kredit dan berpotensi mengerek rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). Khususnya, untuk kredit mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Caranya, kata Anton, dengan melakukan monitoring lebih intensif, baik dari sisi pengembalian kredit hingga perkembangan usaha debitur. Bahkan, perseroaan akan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan hal itu.
"Kami akan melakukan call dan visit secara lebih intens melihat kondisi debitur. Sebelum ada masalah, BNI sudah melakukan visit ke lapangan," jelasnya.
"Kalau diperlukan, maka perbankan akan membantu. Dan kebijakannya sudah ada," imbuhnya.
Adapun untuk penyaluran kredit mikro, Anton menyatakan, sektor yang banyak mendapat suntikan kredit dari BNI, yaitu pertanian, perikanan, industri kecil, dan perdagangan serta pariwisata.
Sementara per September 2017, NPL perbankan pelat merah ini berada di kisaran 3 persen secara nasional. NPL ditargetkan finis di angka 2,8 persen pada penghujung tahun ini.
Sejak 15 September lalu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gede Suantika, mengatakan muncul aktivitas kegempaan di Gunung Agung.
Lihat juga:Pengungsi Gunung Agung Tetap Bekerja |
Tercatat, Gunung Agung mengalami gempa sebanyak 27 kali pada Jumat (15/9). Lalu, meningkat pada Sabtu (16/9) sebanyak 73 kali dan pada Minggu (17/9) sebanyak 50 kali.
Sementara hari ini PVMBG menyatakan, aktivitas kegempaan gunung yang berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali itu telah berkurang.
"Ada penurunan jumlah gempa sejak dua hari lalu sesuai hasil pencatatan di posko pemantauan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Gede Suantika
Namun, PVMBG mengatakan, kualitas gempa Gunung Agung masih tergolong tinggi dan status gunung yang terletak di Pulau Dewata tersebut masih berada di level IV.