Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, secara keseluruhan komoditas olein (minyak sawit cair) masih menyumbang transaksi terbanyak untuk perusahaan, yakni 40 persen. Sementara itu, transaksi komoditas kopi sebesar 35 persen.
"Untuk sisanya 25 persen itu untuk kakao dan emas," kata Stephanus di Malang, Jumat (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan menurut dia, bahkan memutuskan untuk menurunkan target transaksi hingga akhir tahun ini. Sebelumnya, transaksi multilateral ditargetkan sebanyak 1,5 juta lot dan bilateral sebanyak 9 juta lot.
"Akhir tahun, target menjadi 1 juta untuk multilateral dan bilateral 4,9 juta-5 juta lot," ungkap dia.
"Kalau bilateral melakukannya tergantung bagaimana pasar, kalau pasar fluktuatif maka investor makin aktif bertransaksi," sambung Stephanus.
Sementara itu, kondisi global juga akan mempengaruhi nafsu investor dalam bertransaksi di Bursa Berjangka. Misalnya saja, jika terjadi gagal panen besar-besaran di luar negeri atau kondisi badai.
"Kalau pas rupiah turun kemarin memang berdampak kepada harga emas, transaksi bergairah sekali, harga emas naik signifikan," jelas Stephanus.