"Hasil diskusi terakhir dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, KA semi cepat Jakarta-Surabaya menggunakan jalur eksisting dan bisa dimulai 2018," ujarnya di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur, dilansir ANTARA, Minggu (8/10).
Presiden Joko Widodo dan rombongan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Sumenep dan menyempatkan diri singgah di Bandara Trunojoyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek ini cepat dan murah, sekaligus menyelesaikan banyak hal, seperti persoalan lintas sebidang di Jakarta-Surabaya sebanyak 800 titik," katanya.
Lihat juga:Bandara Kertajati Siap Beroperasi 2018 |
"Untuk sementara Jepang, sanggupnya maksimum 120 km/jam," imbuh Budi.
Ia menambahkan, perkiraan investasi untuk proyek itu sekitar Rp60 triliun, termasuk Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang kereta api Jakarta-Surabaya.
Kemenhub melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pekerjaan lintas sebidang kereta api baik berupa jalan bawah jembatan (under pass) atau jalan layang di atas jembatan (fly over).
"Kami akan sharing (berbagi) dengan Kementerian PUPR untuk urusan lintas sebidang ini karena PUPR juga berkepentingan," terang dia.
Terkait dengan titik lintas sebidang ini, lanjut Budi, penetapannya akan dilaporkan ke Presiden Jokowi.
"Perkiraan awal untuk per lintas sebidang Rp25 miliar atau sekitar Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang Jakarta-Surabaya dengan lama pembangunan bisa dicicil hingga lima tahun atau lebih," pungkasnya. (bir)