Ada 130 Ribu Klaim Asuransi Disinyalir 'Fraud'

Christine Novita Nababan , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 14:35 WIB
Ada 130 Ribu Klaim Asuransi Disinyalir 'Fraud'
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Sekitar 130 ribu permohonan klaim yang diajukan sepanjang tahun 2014 silam disinyalir sebagai praktik curang (fraud). Jumlah itu meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua bidang Statistik AAUI Trinita Situmeang mengutip data Association of British Insurers. Secara nilai, kerugiannya diproyeksikan mencapai 1,3 miliar poundsterling.

Klaim di lini asuransi kendaraan bermotor disebut mendominasi dengan jumlah klaim sebanyak 67 ribu kasus dari total 130 ribu klaim. Diikuti asuransi liability dan properti.


“Itu data asosiasi asuransi di Inggris. Di Indonesia, data kita belum terekam dengan baik, makanya kami menginisiasi AAUI Checking (sistem pertukaran data dan informasi internal perusahaan asuransi anggota AAUI),” ujarnya, Jumat (13/10).

Di industri asuransi umum dalam negeri, ia melanjutkan, fraud banyak terjadi di segmen bisnis asuransi kendaraan bermotor, kesehatan, properti/kebakaran, marine cargo dan marine hull.

“Belajar dari Inggris, kami ingin anggota AAUI lebih proaktif melaporkan kasus atau kecurigaan fraud agar terjadi pertukaran data dan informasi. Sehingga, menjadi perhatian para pelaku usaha,” imbuh dia.

Sejauh ini, industri asuransi umum Tanah Air sendiri mencatat delapan kasus fraud. Satu di antaranya fraud oleh karyawan dan tujuh kasus lainnya dilakukan oleh tenaga pemasar (agen).

Sementara, 460 nama nasabah asuransi umum dicurigai sebagai teroris berdasarkan data Polri. “Semua data ini belum dilaporkan atau masuk dalam AAUI Checking karena kurangnya dokumen pendukung,” katanya.