BI Sebut Inflasi Pekan Kedua Oktober 0,08 Persen

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 17:51 WIB
BI Sebut Inflasi Pekan Kedua Oktober 0,08 Persen Ilustrasi. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyebut tingkat inflasi hingga pekan kedua Oktober masih sesuai ekspektasi atau berada di level 0,08 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sedangkan, bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sekitar 3,6-3,7 persen.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, hal ini membuat bank sentral optimistis tingkat inflasi masih tetap terjaga di bawah 4 persen hingga akhir tahun 2017. Kestabilan tingkat inflasi ini juga menjadi salah satu faktor BI mempertahankan tingkat suku bunga di level 4,25 persen.

"Suku bunga sekarang levelnya sudah lebih rendah dibandingkan sebelum Mei 2013. Penurunan suku bunga juga sudah memadai, sudah dua bulan berturut-turut turun," kata Mirza, Jumat (20/10).


Bila ditotal, BI telah menurunkan tingkat suku bunga acuan sebanyak delapan kali sejak Januari 2016 hingga saat ini. Mirza menambahkan, target tingkat inflasi yang terjaga dibawah empat persen tidak mengindikasikan ekonomi lemah.

"Jadi inflasi dua tahun yang berturut-turut itu baik ya berada di level bawah, 2015 sebesar 3,3 persen dan 2016 sebesar tiga persen," paparnya.

Dengan demikian, hal ini juga membuat pedagang tak serta merta menaikan harga jual selangit. Ia mencontohkan, pedagang bahkan sempat menaikan harga diatas lima sampai tujuh persen.


"Itu membuat inflasi naik, tapi karena inflasi dua tahun berturut-turut 3,3 persen, lalu 3 persen jadi sektor riil juga pasang harga baru lagi," sambung Mirza.

Ditambah lagi, lanjut Mirza, koordinasi pemerintah dan BI terkait kebijakan pusat perbelanjaan di daerah sudah lebih baik. Terbukti, jumlah tim pengendalian inflasi di daerah sudah lebih dari 500 tim.

Sebagai informasi, tingkat inflasi bulan September lalu secara bulanan berada di level 0,13 persen, sedangkan sejak awal tahun hingga akhir September (year to date/ytd) sebesar 3,72 persen.