Managing Director M Cash Jahja Suryandy mengatakan, perusahaan akan menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) yang digelar tahun ini dengan target dana sebesar Rp300 miliar.
"Kalau sekarang working capital Rp89 miliar-Rp90 miliar. Lalu, ada tambahan modal Rp300 miliar," ujarnya, Kamis (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menambah kios, perusahaan butuh dana untuk penambahan mesin dan pengembangan software (piranti lunak). Setelah kios bertambah signifikan, maka manajemen optimis kinerja dalam waktu mendatang bakal melejit.
"April, pas audit, lalu sampai data terakhir September itu kami lompat signifikan, untuk data spesifik belum bisa dipublikasikan ya," jelas dia.
Lihat juga:Es Krim Campina Bakal Melantai di Bursa Efek |
"Institusinya itu ada PAG Asia Capital dan Maybank Asset Management," terang Jahja.
Dalam hal ini, M Cash melepas 216 juta saham atau setara dengan 25 persen dari modal yang ditempatkan. Sementara, manajemen mematok harga IPO sebesar Rp1.385 per saham.
Jahja menambahkan, perusahaan tengah menawarkan penawaran saham perdana kepada investor ritel sejak hari ini hingga esok hari. Dengan kata lain, jumlah oversubscribed IPO M cash berpotensi lebih tinggi dari posisi saat ini.
"Yang sekarang belum ada angkanya, karena masih berlangsung ya untuk yang ritel," pungkasnya.
Rencananya, M Cash mencatatkan sahamnya pada pekan depan. Dengan begitu, M Cash menjadi perusahaan rintisan (start up) kedua yang bakal menghuni lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS).