FOTO: Nasib Kerajinan Keramik Pasundan

ANTARA FOTO/Novrian Arbi, CNN Indonesia | Sabtu, 28/10/2017 15:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --

Industri kerajinan keramik di Plered, Jabar saat ini kian berkurang jumlahnya. Pengrajin berharap pemerintah memberi pelatihan.

Keberadaan kerajinan keramik di Plered, Purwakarta, Jawa Barat mempunyai sejarah panjang di tanah Pasundan. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Dalam Babad Cirebon mengabarkan bahwa sejak abad ke-15 sudah tercatat keberadaannya dan diperkuat catatan pemerintah kolonial Belanda yang menyebut bahwa industri keramik di kawasan Plered sudah ada sejak tahun 1795. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Industri kerajinan keramik yang ada di Desa Anjun, Plered, Purwakarta, Jawa Barat saat ini terbagi dua, kelompok industri besar dan industri rumahan. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Kelompok industri besar menyasar pasar ekspor, sedangkan industri rumahan untuk pasar dalam negeri. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Industri keramik besar seperti Risman Wijaya milik Haji Eman Sulaeman dan Mustika Bunda, mampu mengekspor produknya hingga Amerika, Inggris, Dubai, Qatar, dan Kolombia. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Menurut data UPTD Litbang Keramik Plered, saat ini ada 221 unit usaha kerajinan yang ada di kawasan itu dan makin menurun jumlahnya dibanding rentang 2009-2012 yang mencapai 286 unit usaha. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Penurunan itu disebabkan karena berkurangnya permintaan, baik pasar domestik ataupun ekspor sehingga banyak perajin yang beralih bidang usahanya. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Para pengrajin dan pemilik industri keramik percaya jika pemerintah Indonesia akan membantu mencari solusi dari persoalan tersebut, mereka juga berharap pemerintah gencar menggelar pameran baik lokal maupun internasional. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Mereka juga berharap adanya bantuan pelatihan dari pemerintah untuk menggunakan teknologi komunikasi modern termasuk sosial media agar promosi produknya lebih efektif. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Semua upaya itu pada akhirnya akan mampu membangkitkan asa dan menjaga kualitas keramik tertua di Indonesia tersebut. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)


ARTIKEL TERKAIT