Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim mengatakan, kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) yang ikut tumbuh tiga persen dari Rp10,24 triliun menjadi Rp10,58 triliun.
"Pertumbuhan laba didorong pendapatan bunga bersih akibat dari proses transformasi yang sedang berlanjut, pengelolaan biaya operasioal yang baik, dan biaya kredit yang lebih rendah," terang Vera, Senin (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat yang sama, biaya dana atau cost of fund menurun sejalan dengan pembenahan pada pendanaan dan peningkatan rekening tabungan," katanya.
"Rasio CASA tumbuh menjadi 47,5 persen dari 43,9 persen dari tahun sebelumnya," imbuh dia.
Sementara itu, penyaluran kredit peseroan, diluar kredit mikro, tumbuh lima persen atau menjadi Rp126,4 triliun dari Rp118,7 triliun. Apabila mengikutsertakan portofolio kredit mikro, pertumbuhan hanya sekitar dua persen.
Sejalan dengan itu, total kredit bermasalah (non performing loan/NPL) turun enam persen menjadi Rp3,9 triliun. Kemudian, untuk rasio kredit bermasalahnya sendiri tercatat pada posisi 3,3 persen dengan rasio biaya kredit sebesar 2,6 persen.
Dari sisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sendiri, perseroan mencatat posisi 22,3 persen atau tumbuh tipis 0,8 persen dari sebelumnya di posisi 21,4 persen. Sayangnya, jumlah aset perusahaan berkurang menjadi Rp173,67 triliun, turun satu persen dari sebelumnya Rp174,68 triliun.