Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan, peningkatan pertumbuhan M2 tersebut terutama bersumber dari pertumbuhan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh meningkat dari 12,3 persen (yoy) pada Agustus 2017 menjadi 15,8 persen (yoy). Pertumbuhan M2 juga didorong oleh pertumbuhan uang kuasi dan surat berharga.
"Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah pusat dan akselerasi pertumbuhan kredit perbankan," ujar Agusman dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/11).
Lihat juga:OJK 'Coret' Satu Bank Berdampak Sistemik |
Ekspansi operasi keuangan pemerintah pusat, menurut BI, tercermin dari kewajiban BI dan perbankan kepada pemerintah pusat yang turun dari 23,4 persen (yoy) pada Agustus 2017 menjadi -0,3 persen (yoy) pada September 2017. Adapun penyaluran kredit perbankan hingga akhir September tumbuh 9,4 persen (yoy) menjadi Rp4.569,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,4 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini menurut BI, sejalan dengan pola musiman setelah berlalunya hari raya Idul Adha.
Di sisi lain, uang kuasi dengan pangsa 75 persen dari total uang beredar mengalami akselerasi pertumbuhan menjadi 9,2 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 9,1 persen (yoy). Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan dari 9,4 persen (yoy) menjadi 11,1 persen (yoy).