Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, jumlah tersebut meningkat sekitar 4 persen dari periode libur akhir tahun lalu yang hanya 3,61 juta penumpang. Sementara, secara rata-rata jumlah penumpang per hari, diperkirakan meningkat dari 212 ribu menjadi 227 ribu penumpang.
Musim libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan terjadi mulai 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018 atau selama 17 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, jumlah perjalanan tersebut terbagi atas 335 perjalanan dari rangkaian kereta api utama dan 40 perjalanan tambahan. Dari total perjalanan itu, rencananya disiapkan sekitar 451 lokomotif siap operasi (SO) dan 11 lokomotif cadangan, serta kereta SO sebanyak 1.619 unit utama dan 153 unit tambahan.
Kemudian, Sancaka Tambahan (Yogyakarta-Surabaya Gubeng PP), Cirebon Ekspres Fakultatif (Gambir-Cirebon PP), Argo Jati Tambahan (Gambir-Cirebon PP), Argo Jati Fakultatif (Gambir-Cirebon PP), dan Senja/Fajar Utama (Pasar Senen-Cirebon PP).
Serta, Kutojaya Utara Tambahan (Pasarsenen-Kutoarjo PP), Kertajaya Tambahan (Pasarsenen -Surabaya Pasarturi PP), Brantas Tambahan (Pasar Senen-Blitar PP), Pasundan Tambahan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng PP), dan Matarmaja Tambahan (Pasar Senen-Malang PP).
Sayang, Edi belum bisa mengestimasi berapa peningkatan pendapatan yang bisa masuk kantong KAI dari penambahan rute perjalanan dan kereta pada periode libur ini. Namun, peningkatan pendapatan mungkin tak jauh berbeda dengan pertumbuhan jumlah penumpang.
"Belum dihitung, tapi pasti bisa naik sedikit dari peningkatan jumlah penumpang," imbuh dia.
Bersamaan dengan penambahan rute perjalanan dan kereta serta penumpang, Edi memastikan bahwa KAI juga akan menambah petugas yang beroperasi pada periode libur tersebut.
"Total sebanyak 2.143 petugas disiagakan dengan rincian 63 personil PPJ Ekstra, 1.190 PJL ekstra, dan 320 personil posko daerah rawan," pungkasnya. (bir)